Ruang Bahagia
Jika sekarang kamu belum bahagia dengan kehidupan yang sedang dijalani,
mengapa tidak kamu ciptakan sendiri bahagia itu? Betul, ciptakan sendiri
bahagiamu. Karena kata pepatah, bahagia itu tidak bergantung pada orang lain,
tapi tumbuh dari diri kita sendiri.
Kehilangan sesuatu? Putus dari pacar? Atau mengalami kegagalan yang pahit?
Semua itu pasti membuat kamu sedih bukan. Jangan khawatir, Kesedihan-kesedihan
itu hanyalah pintu berjeruji yang harus kamu lewati sebelum memasuki ‘ruang
bahagia’. Kamu boleh berdiri di depan pintu itu. Menangis. Meratapi betapa
kehidupan sangat kejam padamu. Tapi jangan berlama-lama, karena semua hal di
dunia ini hanya bersifat sementara. Begitu juga kesedihan dan kebahagiaan.
Jangan berlama-lama. Yakinkan dirimu bahwa semua kesulitan selalu berjalan
beriringan dengan kemudahan. Pastikan dirimu berhasil membuka pintu berjeruji
yang kokoh menatap di depan. Dan biarkan kehangatan tawa menyinarimu di ‘ruang
bahagia’.
Semudah itu menciptakan bahagia. Namun sayangnya, banyak orang yang gagal
menemukan kunci yang tepat. Banyak orang yang menganggap ‘kecanduan’ sebagai
kuncinya. Padahal ia justru membuat pintu berjeruji menjadi berlapis. Banyak
yang merasa sahabat, pacar, liburan, sebagai kunci utama untuk membukanya.
Padahal mereka hanya akan mendorongmu mendekat pada ‘ruang bahagia’. Mereka
akan menunjukkan jalannya padamu, tapi kamu lah yang tetap harus menemukan
kuncinya sendiri.
Bersyukur. Yaa, kuncinya hanya satu. Bersyukur dengan segala keadaan yang
kamu alami saat ini. Kesedihan, kegagalan ataupun musibah sekalipun harus
selalu kamu syukuri adanya. Syukuri segala kebahagiaan yang pernah kamu rasakan
sebelumnya. Syukuri kasih sayang Tuhan YME yang diberikan padamu dari pertama
kali kamu lahir ke dunia, hingga detik ini. Tanpa jeda sekalipun. Syukuri itu
semua dan berikan senyuman yang paling indah untuk membuka pintu berjeruji.
Tanpa menunggu lama, pintu itu akan terbuka untukmu. Menuju ‘ruang bahagia’.
Jadi, mulailah ciptakan bahagiamu sendiri. Bersyukur. Berikan senyuman yang
paling indah dan kamu akan menemukan kebahagiaan di sana. Sesekali terpuruk dan
menangis tak apa, karena kita manusia biasa. Tapi percayalah, tangisanmu itu
akan menjadi hujan yang membawa pelangi dalam hidupmu. Pelangi di ‘ruang
bahagia’.
x

Komentar
Posting Komentar