Asam Manis KPL (2)
Sempat
bingung dan tak tahu harus berbuat apa kala itu. Untungnya, ada teman-teman
yang selalu mendukung di tempat perantauan. Yaa, saat itulah aku menemukan arti
dari pertemanan yang sesungguhnya. Betapa mereka sangat membantu dan mendukung
setiap kesulitan yang sama-sama dialami. Mendukung tanpa menghakimi dan selalu
memberi motivasi.
Saat
kesulitan seperti itulah aku bertemu dengan sosok yang sangat baik. Sebut saja
dia X. Si X ini adalah orang yang menawarkan bantuan pertama kali saat kami pindahan.
Mengantar dari Malang hingga Pasuruan. Tak sampai di situ. Dengan sangat
bertanggung jawab ia memasrahkan kami kepada ibu kos, yang lama dan yang baru.
Meminjamkan sepeda motor agar mempermudah mobilitas kami selama di Pasuruan.
Dan masih banyak lagi, tak terhitung jumlahnya.
Benar-benar
pengalaman yang luar biasa. Aku belajar banyak hal dari si X. Ia tak pernah
mengeluh, meskipun kami selalu mengadu dan meminta bantuan padanya. Tak pernah
berhenti membantu. Bertanggung jawab dengan segala yang diamanahkan padanya.
Singkatnya, belum pernah aku temui orang sebaik dirinya. Di manapun.
Yakin, ia
akan mendapatkan balasan atas kebaikannya tersebut. Di balik senyumnya yang
hangat, pasti tersimpan banyak keluh kesah, kelelahan, yang tak pernah ia
ungkapkan pada orang lain. Meskipun begitu, dengan sepenuh hati ia selalu membantu
kami. Sekalipun itu menyulitkannya.
Bertemu
dengannya, mengajarkan kami arti ketulusan sesungguhnya. Arti kebaikan yang tak
terbatas. Bukan hanya sekedar itu, mengenalnya juga mendorong kami untuk menebar
kebaikan pada orang lain. Dan merasakan kebahagiaan dari berbagi kebaikan.
Dua tahun
lalu, mungkin kisah ini tak kan pernah terlupakan hingga tahun-tahun
berikutnya. Banyak hal yang terjadi, yang tak mampu diterjemahkan dalam
kata-kata sekalipun. Mengalir dalam memori dan mengajarkan kedewasaan pada kami
yang masih rapuh. Menjadi sosok yang lebih kuat dalam menjalani kehidupan yang
semakin keras, di masa depan.

Komentar
Posting Komentar