Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Bertahan Tanpa Meminta

Mungkin, perasaan ini telah kuberikan padamu Tanpa mengharap balasan Tanpa engkau mengetahuinya Berjalan begitu saja, tanpa kutahu kapan Tumbuh seiring matahari terbit Menghangatkan dinginnya kalbu Kadang manis, kadang getir Meskipun aku tak peduli Ya.. Mungkin, aku tak peduli Segala perbedaan merintangi Masa lalu kelam membayangi Masa depan abu-abu menanti Cukup engkau, bersama raga Mungkin, semesta tak mendukung perasaanku Membiarkan waktu memisahkan Meski sempat menguntainya Dan meninggalkan kehampaan Mungkin pula, aku bisa saja pergi Tanpa menoleh dan memandangmu Mengosongkan perasaan Dan siap menerima hati yang baru Tanpa penyesalan Dan mungkin, aku memilih bertahan Menjaganya tanpa memaksa Hanya meninggalkan harapan Harapan akan kebersamaan Hingga semua pertanyaan terjawab Bertahan tanpa meminta

Jodoh: Cerita Lama

Bicara mengenai jodoh memang tak ad habisnya. Puluhan puisi, artikel, bahkan cerita bisa dibentuk dari tema jodoh itu sendiri. Semua juga tahu, bahwa jodoh adalah rahasia Ilahi yang terkadang meninggalkan misteri. Ya, sangat tidak bisa ditebak. Ada yang sudah pacaran bertahun-tahun tapi pada akhirnya hanya menjadi teman semata. Ada yang baru kenal satu dua bulan tapi kata 'sah' sudah menjadi ikrar yang sejati. Tak ada yang tahu. Mau diperjuangkan seperti apapun, jika memang tak berjodoh maka pupus sudah. Tapi jika sudah berjodoh, terpisah sejauh apapun, diberi cobaan seberat apapun, maka terjadilah. Begitu adanya. Dan tidak ada yang mengelak hal tersebut. Sejatinya, masalah jodoh adalah hal yang sederhana. Menjadi rumit karena manusia kadang mencari 'kesempurnaan'. Dan sayangnya, mereka terkadang tak menyadari hal tersebut. Sebut saja, mereka yang mengatakan hanya ingin pasangan yang perhatian. Sudah dapat yang perhatian, tapi tetap menuntut hal lain, misalnya lebih m...

Pendidikan dan Batu Sungai

Gambar
Bukan hal mudah mengajar siswa SMK yang terlanjur di cap sebagai anak nakal. Tidak semua anak SMK nakal, terutama yang sekolahnya berlokasi di kota. Tapi di antara jutaan mutiara itu pasti ada batu sungai yang ikut di dalamnya. Dan mereka-mereka lah yang setiap hari harus aku temui. Berada di tempat yang belum bisa dibilang kota, memiliki fasilitas terbatas, namun dengan jumlah siswa yang cukup banyak membuat pihak sekolah harus bekerja keras untuk tetap menjaga mutu. Sayangnya, karena dipenuhi oleh siswa laki-laki, kenakalan yang menyertai mereka pun sudah masuk kategori parah. Bolos pelajaran, dengan berbagai alasan, merokok, bahkan sampai bermain kartu di dalam sekolah adalah hal yang pernah kutemui. Jika diteliti lebih dalam, kenakalan tersebut bukan hanya terbentuk karena lingkungan pergaulan di sekolah, namun sudah dibawa semenjak dari rumah. Kurangnya perhatian orang tua menjadi faktor terbesar yang menyebabkan anak-anak tersebut mencari perhatian dari luar. Sayangnya...

Asam Manis KPL (2)

Gambar
Sempat bingung dan tak tahu harus berbuat apa kala itu. Untungnya, ada teman-teman yang selalu mendukung di tempat perantauan. Yaa, saat itulah aku menemukan arti dari pertemanan yang sesungguhnya. Betapa mereka sangat membantu dan mendukung setiap kesulitan yang sama-sama dialami. Mendukung tanpa menghakimi dan selalu memberi motivasi. Saat kesulitan seperti itulah aku bertemu dengan sosok yang sangat baik. Sebut saja dia X. Si X ini adalah orang yang menawarkan bantuan pertama kali saat kami pindahan. Mengantar dari Malang hingga Pasuruan. Tak sampai di situ. Dengan sangat bertanggung jawab ia memasrahkan kami kepada ibu kos, yang lama dan yang baru. Meminjamkan sepeda motor agar mempermudah mobilitas kami selama di Pasuruan. Dan masih banyak lagi, tak terhitung jumlahnya. Benar-benar pengalaman yang luar biasa. Aku belajar banyak hal dari si X. Ia tak pernah mengeluh, meskipun kami selalu mengadu dan meminta bantuan padanya. Tak pernah berhenti membantu. Bertanggung jawab...

Asam Manis KPL (1)

Gambar
Sebagai seorang mahasiswa, atau lebih tepatnya mantan mahasiswa, terjun ke masyarakat secara langsung merupakan sebuah kewajiban yang tidak bisa kuhindari. Salah satunya adalah mengikuti KPL (Kajian Praktek Lapangan), atau yang lebih dikenal dengan PPL, mengajar di sekolah asli. Memang, sebagai seorang mahasiswa jurusan pendidikan, kegiatan ini menjadi salah satu agenda besar sebelum kami lulus dan siap mengajar di sekolah. Jika tidak salah, pengalaman tersebut terjadi sekitar dua tahun yang lalu. Tinggal sebagai seorang mahasiswa perantauan di kota besar, seperti Malang, membuat kebanyakan dari kami berharap memperoleh sekolah tujuan KPL yang dekat. Makin dekat makin baik. Begitu rumusnya. Berbagai usaha sudah kulakukan agar bisa mendapat sekolah yang dekat dengan kos-kosan. Begadang sampai malam untuk berebut kuota. Browsing sana sini untuk memperoleh sekolah yang tepat. Tapi nyatanya takdir berkata lain. Kenyataannya aku harus keluar dari persaingan tersebut dan terpaksa melaksan...

Yang Tertinggal

Gambar
Layaknya burung yang dilepas terbang, perasaan ini melayang tak karuan. Membuncah bak bunga bermekaran, harum, dan melenakan. Entahlah, aku tak mampu menjelaskan segala keresahan di dada. Cukup lelah untuk sekedar menjawabnya. Lelah sekali. Perasaan itu terlanjur kuberikan. Terlanjur kukalungkan dengan segenap luka yang tertinggal. Berharap suatu hari nanti luka tersebut mampu menjelma menjadi bunga. Terlanjur. Bahkan kadang meninggalkan penyesalan. Penyesalan karena t’lah salah memilih hati sebagai sandaran. Padahal aku tahu hati itu sangat asing kuselami. Atau aku yang terlalu mudah menebar rasa. Entahlah. Dan sayangnya, sekarang semuanya tinggal angan-angan. Semua perasaan itu runtuh karena duri yang kutebar sendiri. Runtuh hingga menimpa hatiku yang masih hangat terluka. Sakit. Meskipun tak ada sepatah kata pun yang mampu kuungkapkan. Tak ada. Hanya senyuman yang bisa kubalas. Diriku terlalu lelah untuk sekedar marah. Lelah untuk sekedar protes. Atas segala ketidakadil...

Menertawai Masa Lalu

Gambar
Pernah memiliki masa lalu yang kelam? Sebelum hijrah misalnya. Atau masa lalu mengenai seseorang yang ingin sekali dilupakan. Masa lalu mengenai kegagalan yang menyakitkan. Atau pilihan hidup yang salah. Masa lalu yang bahkan kadang kala meninggalkan air mata saat kita mengenangnya. Menangisi masa lalu yang kelam adalah hal yang wajar. Tapi mengapa tidak mencoba menertawai masa lalu tersebut? Yaa, menertawai masa lalu yang kelam. Menertawai betapa bodohnya kita karena terjerumus dalam kegelapan tersebut. Kesalahan memilih seseorang, kesalahan memilih jalan hidup, atau bahkan kesalahan mengambil kesempatan. Bodoh, karena memilih jalan hidup yang salah sehingga terjerumus dalam kegelapan. Bodoh, mengambil sikap sehingga kehilangan kebahagiaan untuk diri sendiri. Dan terlalu naif, karena menyia-nyiakan sesuatu yang baik, untuk sesuatu yang tidak lebih baik. Masa lalu itu tak harus selalu ditangisi, karena tanpa ditangisi sekalipun ia tetap berdiri di belakang kita. Sudah terj...

Ruang Bahagia

Gambar
Jika sekarang kamu belum bahagia dengan kehidupan yang sedang dijalani, mengapa tidak kamu ciptakan sendiri bahagia itu? Betul, ciptakan sendiri bahagiamu. Karena kata pepatah, bahagia itu tidak bergantung pada orang lain, tapi tumbuh dari diri kita sendiri. Kehilangan sesuatu? Putus dari pacar? Atau mengalami kegagalan yang pahit? Semua itu pasti membuat kamu sedih bukan. Jangan khawatir, Kesedihan-kesedihan itu hanyalah pintu berjeruji yang harus kamu lewati sebelum memasuki ‘ruang bahagia’. Kamu boleh berdiri di depan pintu itu. Menangis. Meratapi betapa kehidupan sangat kejam padamu. Tapi jangan berlama-lama, karena semua hal di dunia ini hanya bersifat sementara. Begitu juga kesedihan dan kebahagiaan. Jangan berlama-lama. Yakinkan dirimu bahwa semua kesulitan selalu berjalan beriringan dengan kemudahan. Pastikan dirimu berhasil membuka pintu berjeruji yang kokoh menatap di depan. Dan biarkan kehangatan tawa menyinarimu di ‘ruang bahagia’. Semudah itu menciptakan bahag...

Surat Motivasi Diri

Gambar
Saya, adalah orang yang bisa dibilang cuek, tidak akan ambil pusing ketika mendapat masalah atau ada orang yang tidak suka. Tapi saya, akan sangat ‘ down ’ ketika tidak ada orang yang bisa jadi ‘tong sampah’ bagi saya. Ketika tidak ada orang yang bisa jadi tempat mencurahkan segala keluh kesah yang dialami. Saya butuh ‘tong sampah’ itu, atau bahkan kecanduan. Allah selalu bersamaku, tentu saja. Tempat curhat nomor 1 tetaplah Allah SWT. Tapi saya juga menyadari, saya adalah manusia biasa. Bahkan manusia yang masih penuh dosa. Saya butuh seseorang yang bisa mengerti segala apa yang saya keluhkan. Seseorang yang dengan sabar harus mampu menarik saya kembali ke jalan yang benar, ketika membelok. Mungkin, lewat seorang itu lah Allah menunjukkan kasih sayang-Nya. Saya mempercayai itu. Biasanya, orang tua atau saudara adalah orang terdekat yang akan selalu bisa menjadi tempat kita mengeluhkan permasalahan hidup kan. Tapi berbeda bagi saya. Ada hal-hal yang tidak bisa saya ceritakan pad...

Curhatan 'Aku'

Gambar
Menjadi orang baik tidaklah mudah. Aku sudah cukup muak berpura-pura menjadi orang baik di depan orang lain. Apalagi di depan orang yang aku benci. Apa salahku? Aku tersenyum pada mereka, tapi kadang kala tatapan kecut yang aku terima. Sesekali aku menanyakan kabar, menawarkan bantuan, tapi jawaban ketus yang mereka lontarkan. Kenapa mereka melakukan itu, apa mereka tidak menghargai usahaku untuk berbuat baik? Barangkali masih ada satu dua orang yang dengan tulus menerima keburukanku. Membiarkan pikiran dan sikap liarku tanpa menghakimi. Memegang erat. Agar ketika lepas kendali mereka bisa menarikku kembali. Yaa, masih ada satu dua orang seperti itu. Makhluk langka yang sangat aku hargai keberadaannya. Bukan seperti mereka-mereka yang mengatakan teman, namun membicarakan keburukan di belakang masing-masing. Masihkah aku harus berbuat baik pada spesies seperti ini? Masih layakkah mereka mendapat uluran tanganku atau sekedar senyuman manis. Aku tak tahu. Karena aku sudah cuk...

Man of Manner (2)

Gambar
Ketika pertama kali melakukan debut sebagai seorang komedian, tidak banyak orang yang mengenal namanya. Meskipun begitu, Jae Suk tetap menekuni dunianya hingga ia mulai menapaki jalan sebagai seorang MC. Sejak saat itulah namanya mulai dikenal. Bukan waktu yang sebentar hingga ia terkenal. Jae Suk dengan sabar menekuni pekerjaannya selama 9 tahun sebelum akhirnya mulai populer. Setelah mulai dikenal masyarakat, Yoo Jae Suk mendapat kepercayaan untuk membawakan beberapa acara TV di jamannya. Perjuangannya selama 9 tahun yang tidak mudah membuatnya sangat menghargai pekerjaan saat ini. Bahkan dalam sebuah acara ia berjanji bahwa selama menekuni dunia entertainmen ia akan selalu bersikap jujur dan bersungguh-sungguh. Bersikap apa adanya di depan maupun di belakang layar. Yaa, hingga detik ini ia menjaga janji itu. Tak pernah diingkari sedikitpun. Komitmen yang sangat kuat juga membuatnya selalu dipercaya menjadi pemimpin di setiap acara yang dibawakan. Ia tak pernah terlambat untu...

Man of Manner (1)

Gambar
Korea Selatan, adalah salah satu negara yang paling maju di segala bidang. Sedikit fakta kecil, negara ini merdeka di tahun yang sama dengan negara kita tercinta, Indonesia. Umurnya sama. Tapi pastinya kita tahu apa perbedaan dari kedua negara tersebut. Lepas dari itu semua, Korsel terkenal dengan K-Pop maupun K-Drama-nya yang telah mendunia. Persaingan yang sangat ketat di dunia entertainer membuat orang-orang korea dituntut untuk meningkatkan kualitas diri secara maksimal. Memiliki penggemar yang sangat kritis juga menuntut mereka memiliki ‘ manner ’ yang baik di kehidupan nyata. Bicara mengenai ‘ manner’ atau sikap, Korea punya satu entertainer yang patut untuk dijadikan teladan. Bukan datang dari dunia K-Pop atau K-Drama, tapi dari dunia Variety Show. Yoo Jae Suk namanya. Mungkin nama tersebut asing bagi kita orang Indonesia yang tidak terlalu akrab dengan Variety Show ala Korea. Tapi di negara aslinya, nama ini sudah sangat terkenal bahkan ke pelosok negeri. Kenapa? Apaka...

Bambang "Bepe" Pamungkas

Gambar
Bambang Pamungkas. Nama yang tak asing lagi di dunia sepakbola Indonesia . Skill-nya yang menawan begitu alami. Ya , itu karena sejak kecil ia sangat dekat dengan sepakbola. Lahir di Salatiga, Semarang , pada tanggal 10 Juni 1980, ia bergelut dengan sepakbola atas dukungan keluarganya. Memperoleh beasiswa atas prestasinya di bidang olahraga sepakbola, dan meniti karirnya selepas SMA. Dia memulai karier professionalnya di Persija Jakarta, tim yang sangat ia cintai. Meraih gelar pertamanya di tahun 2001 bersama Persija. Namun kemudian ia meninggalkan Indonesia dan bermain untuk Selangor FC, Malaysia . Bersama Ellie Aiboy, asal Papua, ia berhasil membawa Selangor FC meraup Treble Winner di musim pertamanya. Ia keluar dari Selangor FC setelah musim keduanya. Selanjutnya, ia bergabung dengan tim asal Belanda, ENHC FC. Tapi beberapa bulan berlalu , ia sudah tidak kuat karena iklim di Eropa yang tidak cocok dengannya. Setelah itu ia kembali ke Persija dan mulai meniti kariernya kem...

Mengenal Cinta

#Day10 .  Pertemuan pertama kami sekitar satu dua tahun yang lalu. Awalnya tak berkesan. Tapi memang semenjak pertemuan pertama perasaan itu mulai muncul. Malu. Sampai pada akhirnya sama sekali tak ada ucapan tentangnya yang biasanya aku curhatkan pada sahabat-sahabat. Hanya lembaran kertas putih yang setia menjadi tong sampah. Entah sudah berapa tulisan yang terinspirasi darinya, meskipun belum ada satu pun yang bisa mengobati perasaan ini. Bertemu dengannya, pada sebuah kegiatan kampus yang berjalan cukup lama, satu setengah bulan, dan memaksaku harus melihat wajahnya setiap hari. Semakin mengenalnya, perasaan ini bukannya hilang justru semakin menjadi. Begitulah. Dan mungkin aku jatuh ke jurang merah jambu karena tatapan itu. Mungkin, pertemuan pertama itu adalah titik balik dalam hidupku. Karenanya, segala yang terjadi setelah pertemuan itu sangat di luar dugaan. Saat hati ini mulai goyah, aku memutuskan hubungan yang sudah terjalin lebih dari 8 tahun. Bukan karena ing...

Syair Hitam

Deretan pintu t’lah kuraba Perlahan, menanti secercah cahaya Kuraba... Dalam dinginnya rintihan hujan Teriknya semerbak mentari hangat Bahkan.. Bersama alunan petir memekik telinga Pintu yang t’lah berlalu terlalu pekat Pekat meninggalkan hitam Membusuk dan berongga Memaksa jiwa untuk ikhlas Melepas segala cahaya di teduhnya Kuraba... Agar tumbuh bersama kehitaman Menjelmanya bak bunga yang mekar Lepas, layaknya elang liar Lembut layaknya jalan merpati Walau rapuh bagai nafas ilalang Dan kini masih kuraba... Enggan membuka hingga terlena Meskipun teriakkan di dalam terlalu menggoda Meskipun sedikit rasa t’lah mengembang Sampai detik jawaban tergelar Akan kuraba selamanya Tanpa perlu membuka dengan lapang Agar mentari tak meredup paksa Rasa tak menghempas lepas Damai... Hingga setitik cahaya menyapu hitam

Movie: Moodbooster

Gambar
#Day8 . Berbicara mengenai moodbooster, salah satu pembakar semangat yang paling ampuh bagiku adalah film. Yaa, dengan menonton film favorit sepertinya semua masalah terlupakan, semangat yang sempat hilang pun kembali membara. Ada beberapa film yang berhasil menetap di hatiku, tak lekang oleh waktu, dan yang jelas tidak pernah bosan ditonton ribuan kali. Apa saja? #1 Laskar Pelangi . Pasti tidak asing lagi dong dengan film satu ini. Film yang menceritakan perjuangan sekelompok anak dari tanah Belitung yang penuh Iika-liku ini memang sangat populer, bahkan berhasil menyabet sederet penghargaan. Tak tanggung-tanggung, penghargaan yang diperoleh berasal dari dalam dan luar negeri. Menurutku penghargaan itu sangat setimpal dengan kualitas film yang T.O.P.B.G.T. Awalnya, aku membaca novel laskar pelangi terlebih dahulu sebelum menonton film-nya. Baru baca novelnya saja, hati ini rasanya sudah trenyuh dan tak terasa buliran hangat pun bergulir di ujung mata. Wah, ceritanya, alurnya,...

Menyelami Kehilangan

Gambar
#Day7 . Dalam hidup ini terkadang kita terpaksa merasakan yang namanya kehilangan. Baik kehilangan barang, seseorang, atau kesempatan yang menurut kita berharga. Kehilangan dalam kadar yang kecil maupun kehilangan dalam kadar yang besar. Kita tak bisa menghindarinya, karena kehilangan adalah pukulan keras yang mengajarkan kita untuk lebih ‘paham’ arti kehidupan. Saat merasakan yang namanya kehilangan, pasti semua orang pada awalnya merasa seakan dunia akan runtuh. Bayangkan jika kita kehilangan barang seperti motor, mobil, atau lainnya. Tidak perlu mendeskripsikannya, toh semua orang tahu bagaimana kecewa, marah, dan sedihnya saat itu. Apalagi kehilangan seseorang. Yang biasanya menemani kita, yang kita sayangi, orang tua ataupun sahabat. Kehilangan karena kehendak yang di atas, atau bahkan kehilangan karena seseorang itu tak lagi ingin menemani kita. Bagaimanapun perbedaan ukuran kehilangannya, pada dasarnya itu tetap kehilangan. Dampaknya bagi kita saat merasa kehilangan...

Sayap Lemah Sepak Bola

Gambar
Sepak bola. Adalah olahraga yang dulu sangat aku gandrungi, dimana hampir setiap hari kuikuti perkembangannya. Kala itu ajang sepak bola di dalam negeri masih bernama Liga Indonesia. Seiring dengan bertambahnya usia, aku jadi semakin jarang menonton sepak bola. Ditambah lagi dengan dualisme yang sempat membebani PSSI dan membuat perhelatan sepak bola di dalam negeri juga ikut terpecah belah. Buatku kala itu benar-benar miris. Mungkin sepak bola masih berjalan di negeri ini, tapi ia hanya terbang rendah karena tak mampu mengepakkan sayapnya lebih lebar.                 Saat memasuki bangku kuliah, ketertarikan akan sepak bola kembali menggodaku yang tidak lagi sibuk dengan aktivitas padat. Ya, aku kembali mengikutinya, meskipun tidak seintensif dulu. Hanya kabar-kabar burung yang hinggap di telinga. Saat Irfan Bachdim jadi idola sepak bola yang baru, saat U-19 mengalahkan Korea Selatan dan menjadi sangat dipuja...

Celotehan 22 Desember

Memasuki bulan Desember, banyak sekali perayaan terutama di akhir bulan. Tak perlu disebut lagi apa saja perayaan itu. Kali ini kita akan membahas satu perayaan yang sedikit bersifat emosional. Hari Ibu. Tepatnya 22 Desember, bagi yang merayakan. Fenomena medsos yang kini sedang marak di kalangan pengguna internet rupanya juga menimbulkan berbagai reaksi mengenai Hari Ibu tersebut. Banyak yang mengunggah status untuk ibunya, foto dengan ibunya disertai ucapan selamat, atau meme-meme yang berbeda-beda. Menyikapi hal tersebut, lucunya beberapa orang justru menyatakan bahwa unggahan tersebut hanya pencitraan saja. Banyak yang mengucapkan selamat Hari Ibu, tapi perlu diperintah berkali-kali hanya untuk melaksanakan satu perintah saja (penulis juga masih seperti itu, kamu?). Tak perlu menyalahkan orang lain. Koreksi diri kita masing-masing saja ya. Tapi memang kenyataannya seperti itu. Berdasarkan pengamatan penulis yang hidup di dunia selama 22 tahun, hanya segelintir orang saja yang ...

Pintu itu Bernama Hati

Gambar
#Day4 . Tanpa sengaja, obrolan seputar JNE malam itu berujung pada sebuah keluh kesah antara dua sahabat yang sedang lelah. Lelah mencari tambatan hati. Bukan apa-apa, mungkin dua sahabat itu adalah orang yang sulit membuka pintu hati. Buat mereka, membukanya butuh usaha dan persiapan yang sangat keras. Bukan takut disakiti, tapi komitmen, rasa percaya, dan rasa hormat akan seseorang yang membuka hati tersebut adalah hal yang sangat mereka hargai. Dalam sebuah hubungan komitmen adalah dasar yang akan menjaga keutuhan antara kedua belah pihak. Ketika masa-masa yang sulit, saat sepasang insan bertengkar, atau bahkan saling memandang pun tak sanggup, di saat itu lah komitmen dibutuhkan. Komitmen yang akan membuat mereka kembali mengingat apa tujuan dari hubungan tersebut, kembali mengutuhkan rasa cinta. Dan pada akhirnya menyelesaikan segala masalah yang ada. Jika komitmen ada, tapi tidak diiringi dengan rasa percaya, itu hanya akan menjadi bom waktu yang kapan pun bisa meledak...

Malaikat Bersisik

Gambar
                           #Day3 . Di dunia ini,  ada beribu karakter manusia yang bahkan setetes pun tidak pernah sama. Ada manusia yang merasa dirinya malaikat hingga ingin membahagiakan semua orang yang ada di sekelilingnya. Meskipun pada kenyataan ia hanya seekor nyamuk yang sayapnya mengganggu orang lain. Seekor ular bersisik yang kala dipegang berbahaya bahkan melukai. Dan sayangnya, manusia itu terkadang tidak pernah menyadari keadaan ini. Bukankah sudah menjadi fitrah manusia jika selalu ingin membahagiakan orang yang disayang? Ingin melihat seberkas senyum di wajah mereka meskipun tengah mengalami kesedihan yang mendalam. Yaa, kadang kala manusia seperti ini justru akan bahagia jika melihat orang lain juga bahagia. Apalagi sumber kebahagiaannya adalah manusia tersebut. Tidak ada yang salah memang. Sama sekali. Tapi, tak sedikit yang merasa tertekan karena karakter seperti ini. Tertekan karena...

Muslimah dan Teknologi: Renungan Lawas

Fenomena yang muncul di zaman modern ini adalah berkembangnya teknologi yang sangat pesat, terutama dunia maya dan smartphone. Hampir semua orang kini memakai smartphone sebagai pegangan mereka, coba deh disurvei jika tak percaya! Entah mengapa smartphone itu kini menjadi sebuah kebutuhan yang wajib dimiliki oleh setiap orang. Pada dasarnya hal tersebut tidaklah salah, dikatakan salah itu tergantung pemakaiannya. Tidak menutup kemungkinan smartphone yang saat ini ada di tangan kawan-kawan bisa jadi boomerang halus yang justru akan mendekatkan kawan semua ke neraka. Kembali ke muslimah yang juga pengguna smartphone tentunya. Ditangan mereka kini tergenggam sebuah alat yang mampu menjelajahi dunia maya dengan sekali pencet. Ajaib bukan! Tapi yang jadi pertanyaan, untuk menjelajahi apakah kemudahan itu? Apakah untuk mengelola jejaring sosial agar semakin ramai, atau mencari informasi bermutu yang akan menambah wawasan mereka. Itu pilihan, yang saya rasa menjadi pertanyaan yang berat ba...

Dapur Sandal

Gambar
#Day1 . Sesederhana menemukan daun yang jatuh di musim gugur, sebuah peluang bisnis di jaman yang serba canggih ini pun semakin mudah ditemukan. Kita bisa membangun usaha dari hal sekecil apapun, bahkan dari bagian yang paling bawah dari diri kita, sandal. “Dapur Sandal” namanya. Bertempat di pojok kota Ngawi, tepatnya sebuah desa kecil berjuluk Sidowayah. Pernah mendengar daerah tersebut? Barangkali tidak, meskipun daerah tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan Surabaya dan Yogyakarta. Aku mengenalnya melalui guru SMK, khususnya ibu-ibu, yang sudah berulang kali memesan sandal di tempat tersebut.