Curhatan 'Aku'

Menjadi orang baik tidaklah mudah. Aku sudah cukup muak berpura-pura menjadi orang baik di depan orang lain. Apalagi di depan orang yang aku benci. Apa salahku? Aku tersenyum pada mereka, tapi kadang kala tatapan kecut yang aku terima. Sesekali aku menanyakan kabar, menawarkan bantuan, tapi jawaban ketus yang mereka lontarkan. Kenapa mereka melakukan itu, apa mereka tidak menghargai usahaku untuk berbuat baik?

Barangkali masih ada satu dua orang yang dengan tulus menerima keburukanku. Membiarkan pikiran dan sikap liarku tanpa menghakimi. Memegang erat. Agar ketika lepas kendali mereka bisa menarikku kembali. Yaa, masih ada satu dua orang seperti itu. Makhluk langka yang sangat aku hargai keberadaannya.


Bukan seperti mereka-mereka yang mengatakan teman, namun membicarakan keburukan di belakang masing-masing. Masihkah aku harus berbuat baik pada spesies seperti ini? Masih layakkah mereka mendapat uluran tanganku atau sekedar senyuman manis. Aku tak tahu. Karena aku sudah cukup muak. Muak berpura-pura baik pada mereka. Meskipun kenyataannya hanya kebencian yang ingin aku suguhkan.

Menjadi orang baik tidaklah mudah. Namun tak jarang nurani kecilku berkata, ‘kenapa kamu harus menumbuhkan rasa benci di hatimu? Bukankah rasa benci itu yang membelokkan keyakinanmu untuk berbuat baik, pada siapa pun. Kenapa kamu masih memelihara perasaan itu. Jika pada akhirnya rasa benci hanya menggerogoti hati dengan luka? Sudahlah, tak layak dirimu tenggelam dalam kebencian. Ikhlaskan, sabarkan, dan engkau akan melihat indahnya penerimaan untuk berbuat baik.’

Entahlah, memang kadang-kadang nurani mengatakan hal yang tak masuk akal bukan. Selalu menimbulkan keraguan pada setiap keputusan yang diambil. Karena saat ini aku cukup lelah, muak. Cukup lelah bahkan saat mata terpejam. Ingin rasanya menjadi diri sendiri tanpa memikirkan orang lain. Tanpa harus berpura-pura baik pada orang lain. Mengatakan segala perasaan dan pikiran tanpa beban. Meskipun aku tahu itu akan menyakiti orang lain. Melakukan segala hal sesuai kehendakku. Meskipun aku tahu itu akan merugikan orang lain. Salahkah dengan keinginanku tersebut?


Hei tapi, bukankah nurani juga tak pernah salah?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gel Wash Hydra Oriflame Favoritku

Bromance ala The Tale of Gumiho

Perjalanan Skincare-ku