Menertawai Masa Lalu

Pernah memiliki masa lalu yang kelam? Sebelum hijrah misalnya. Atau masa lalu mengenai seseorang yang ingin sekali dilupakan. Masa lalu mengenai kegagalan yang menyakitkan. Atau pilihan hidup yang salah. Masa lalu yang bahkan kadang kala meninggalkan air mata saat kita mengenangnya.
Menangisi masa lalu yang kelam adalah hal yang wajar. Tapi mengapa tidak mencoba menertawai masa lalu tersebut? Yaa, menertawai masa lalu yang kelam. Menertawai betapa bodohnya kita karena terjerumus dalam kegelapan tersebut. Kesalahan memilih seseorang, kesalahan memilih jalan hidup, atau bahkan kesalahan mengambil kesempatan.


Bodoh, karena memilih jalan hidup yang salah sehingga terjerumus dalam kegelapan. Bodoh, mengambil sikap sehingga kehilangan kebahagiaan untuk diri sendiri. Dan terlalu naif, karena menyia-nyiakan sesuatu yang baik, untuk sesuatu yang tidak lebih baik.
Masa lalu itu tak harus selalu ditangisi, karena tanpa ditangisi sekalipun ia tetap berdiri di belakang kita. Sudah terjadi, begitu adanya. Maka, sudah selayaknya kita mencoba bersikap bijak menanggapi masa lalu tersebut. Tak perlu jadi orang bijak, cukup mencoba saja. Tertawakan ia, dengan sekencang-kencangnya. Agar kita ringan menoleh ke belakang, dan mantap menatap ke depan.
Berjalanlah terus, dengan menggenggam masa lalu tersebut. Pahami ia, bahwa keberadaannya adalah sebuah pelajaran hidup yang sangat berarti. Jangan melupakannya, karena semakin kita melupakannya justru masa lalu itu akan semakin terkenang. Jika perlu,rangkullah ia. Dengan segala perasaan yang pernah ditinggalkan. Dan tertawakanlah ia, di masa kini maupun masa depan.

Menertawakannya, akan membuat kita menghargai setiap kesempatan yang datang saat ini maupun di masa yang akan datang. Menghargai seseorang yang menemani kita. Jalan hidup yang harus dipilih. Karena menertawakan masa lalu akan membuat kita belajar. Betapa bodohnya kita dan betapa diri ini sangat berarti. Sangat berarti sehingga kita mampu menentukan jalan hidup yang lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gel Wash Hydra Oriflame Favoritku

Bromance ala The Tale of Gumiho

Perjalanan Skincare-ku