Perjalanan Skincare-ku
Ini adalah tulisan pertamaku tentang skincare, biasanya blog ini tema nya sastra gitu, kalau nggak puisi, cerpen, artikel, ya curhataan.. hehe.
Sebelumnya, aku bakal sedikit cerita nih tentang kondisi kulitku dan pengalamanku pakai skincare di masa lalu. Tipe kulitku itu kombinasi cenderung berminyak, awalnya, tapi lama-lama aku baru paham kalau kulitku juga dehidrasi. Aku masih ingat pertama kali pakai skincare adalah waktu SMA. Saat itu aku pakai sabun cuci mukanya si Ponds, dan sudah itu aja, gak pakai produk yg lainnya. Masuk kuliah, karena bujukan teman kosan akhirnya aku beralih ke Wardah. Masih pakai yg basic, mulai sabun cuci muka, day cream dan night cream. Sebenarnya aku tipe cewek yang cuek dan malas dandan, jadi menurutku sewaktu pakai si Wardah ini aku udh cukup puas karena aman di kulit, gak bikin muncul jerawat berat, meskipun saat itu kulitku kusam. Wajar sich, dengan aktifitas yang super aktif di kampus, bolak balek naik bus umum pas mudik, tapi tidak dibarengi dengan perawatan wajah yang ekstra, otomatis si muka jadi lelah gitu kesannya..
Nah, semenjak lulus kuliah dan kerja, aku mulai deh pakai perawatan yg lebih ekstra, saat itu aku pakai Wardah yg Lightening Series, komplit dari Milk Cleanser, serum, sampe ke Face Scrubnya. Bener aja sich, kulitku jadi lebih putih dan bersinar. Tapi sayangnya aku mulai menemukan jerawat-jerawat membandel yang susah banget ilangnya. Ditambah lagi kulitku yang udah kayak kilang minyak tiap pukul 12 siang. Menurutku bener sich jadi bikin putih, tapi entah mengapa kayak gak cocok aja di wajahku.
Karena udah bosan dengan jerawat, aku memutuskan ganti lagi skincare. Hehe. Namanya juga nyari yang cocok kan yaa. Pilihanku berikutnya jatuh ke Optimals Hydra Radiance nya si Oriflame. Meskipun harga nya cucok mehong, tapi aku waktu itu berani beli karena lagi promo, lumayan kan. Aku pakai mulai dari Facial Wash, toner, day crem, night cream, sampai ke serum dan eye cream nya.. Beneran, pas pakai produknya lengkap satu paket itu memang bikin wajah jadi lebih glowing, bebas komedo, dan serasa terhidrasi gitu. Udah seneng kan aku waktu itu. Tapi pas salah satu produknya habis, aku mulai kebingungan nih beli produknya lagi, apalagi kalau bukan karena price nya. Tahu sendiri kan kalau promo nya itu gak tiap bulan ada. Akhirnya aku nyolong2 pakai produk yang lain pas Oriflame nya habis. Sayangnya ini benar-benar memberi dampak yang luar biasa bagi performa si Hydra. Jadi ketika aku campur dengan produk lainnya, kekuatan hidrasinya tidak lagi seperti dulu, kayak tidak memberi efek apa-apa di wajah. Pas muncul jerawat pun dia susah banget mengatasinya, sudah bukan seperti yang aku kenal dulu pokoknya.. huhuhu..
Tapi aku masih setia dan cocok sama salah satu produknya Oriflame ini, yaitu Facial Wash nya. Sampai sekarang aku masih pakai, dan kapan-kapan bakal aku kasih review nya di blog ini juga..
Setelah itu aku sempat mikir pakai skincare dari dokter kecantikan, kan banyak tu mulai dari Navagreen, Natasha, Ella, dll. Aku sudah sempat browsing, tanya sana sini, sampai hampir datang ke kliniknya untuk konsultasi. Tapi gak tahu mengapa aku kurang sreg gitu rasanya. Banyak yang bilang krim dokter itu bikin ketergantungan, meskipun banyak juga yang bilang aman dan bagus hasilnya. Akhirnya aku memutuskan untuk gak ke klinik dokter kecantikan karena sebenarnya takut juga dengan beberapa kandungannya yang sedikit keras, apalagi kalau aku lagi program hamil, kalau sudah hamil maka krim ini harus di stop, nah makin takut kan kalau pas stop jadi ketergantungan dan breakout.
Meskipun bilangnya gak mau ke klinik dokter, gilanya aku masih coba produk skincare semacam itu lho, hanya karena iming2 bisa konsultasi lewat wa. Hadeeh. Saat itu aku mulai melirik Elsheskin yang kata orang bagus. Aku sudah melakukan konsultasi lewat wa juga. Sudah dikasih saran untuk beli produk ini itu, dan waktu itu aku diminta untuk pakai produknya yang acne series. Secara total aku pakai produk ini, mulai dari cleanser sampai night creamnya. Tapi sayang oh sayang, semenjak pakai Elsheskin kulitku jadi kering banget. Benar2 kering rasanya. Tapi wajar aja sich karena di produknya ada kandungan untuk mengatasi jerawat semacam Salicylic Acid, dan memang itu mengontrol minyak penyebab jerawat. Emm, akhirnya aku takut melanjutkan pakai produk Elsheskin ini dan stop semua pemakaiannya, tidak hanya karena bikin kering di wajah tapi juga karena produk ini belum free-paraben. Gak tahu sich, belum sreg aja rasanya, padahal kalau mau bersabar mungkin hasilnya akan lebih bagus lagi, tapi buatku kalau sudah nggak cocok rasanya tidak ada kesempatan kedua.
Mulai putus asa kan yaa gegara semua produk gak cocok. Sekarang aku lagi fokus cari produk yang aman, light, dan bikin kulit wajah aku seenggaknya normal lagi. Aku mulai melirik brand lain yang dari review para influencer cocok dan bagus. Next time aku bakal kasih review masing-masing produk yang menurut aku bagus di kulitku, si kombinasi cenderung berminyak dan dehidrasi ini.
Btw, senang juga yaa bisa cerita panjang lebar lewat tulisan ini. Udah lama banget aku nggak nulis, dan udah lama banget aku pengen cerita perjalanan skin care ku yang amburadul ini. Semoga besok-besok bisa nulis sebebas ini lagi yaa.. Bersambung ke tulisan selanjutnya yaa. Thank you for reading. Have a nice day..
Komentar
Posting Komentar