Bambang "Bepe" Pamungkas

Bambang Pamungkas. Nama yang tak asing lagi di dunia sepakbola Indonesia. Skill-nya yang menawan begitu alami. Ya, itu karena sejak kecil ia sangat dekat dengan sepakbola. Lahir di Salatiga, Semarang, pada tanggal 10 Juni 1980, ia bergelut dengan sepakbola atas dukungan keluarganya. Memperoleh beasiswa atas prestasinya di bidang olahraga sepakbola, dan meniti karirnya selepas SMA.

Dia memulai karier professionalnya di Persija Jakarta, tim yang sangat ia cintai. Meraih gelar pertamanya di tahun 2001 bersama Persija. Namun kemudian ia meninggalkan Indonesia dan bermain untuk Selangor FC, Malaysia. Bersama Ellie Aiboy, asal Papua, ia berhasil membawa Selangor FC meraup Treble Winner di musim pertamanya. Ia keluar dari Selangor FC setelah musim keduanya. Selanjutnya, ia bergabung dengan tim asal Belanda, ENHC FC. Tapi beberapa bulan berlalu, ia sudah tidak kuat karena iklim di Eropa yang tidak cocok dengannya. Setelah itu ia kembali ke Persija dan mulai meniti kariernya kembali.
Sayang sejak saat itu tak ada gelar yang mampu dipersembahkan Bepe (panggilan akrabnya) untuk Persija. Namun begitu, apapun yang terjadi ia terus berusaha tanpa mengenal kata putus asa. Ia yakin suatu saat nanti mereka mampu mengulangi prestasinya di tahun 2001.
Kariernya di Timnas tak kalah menarik untuk dicermati. Bepe dipanggil pertama kali ketika berusia 19 tahun. Laga perdananya bersama Timnas adalah saat Indonesia melawan Lithuania. Dalam pertandingan itu ia berhasil mencetak gol. Banyak rekor yang telah ia pecahkan, salah satunya pencetak gol terbanyak yang di pegang oleh sang idola, Kurniawan Dwi Yulianto. Diantara para pemain Timnas Senior, ia adalah pemegang caps terbanyak.

Pemain terbaik, Top scorer Nasional dan Internasional, Striker terbaik, juga Duet terbaik bersama Aliyudin adalah sederet prestasi pribadi yang telah dicicipinya. Meski sudah banyak mencapai prestasi, ada satu mimpi yang masih ia kejar. Mimpi itu adalah menjadi bagian dari Piala Dunia. Entah itu jadi pemain, pelatih, wasit ataupun official. Hal itu masih tetap diangankannya, karena ia adalah orang yang terus bermimpi. Seperti motto hidupnya, JANGAN PERNAH BERHENTI UNTUK BERMIMPI KARENA MUNGKIN SUATU SAAT NANTI MIMPI KALIAN AKAN MENJADI KENYATAAN.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gel Wash Hydra Oriflame Favoritku

Bromance ala The Tale of Gumiho

Perjalanan Skincare-ku