Namaku Angin
Pernah merasa tak dianggap meskipun kehadiranmu ada? Menjadi malapetaka ketika mencoba hadir dihadapan orang lain? Pernahkah? Atau hanya aku yang merasakannya?
Aku. Selayaknya selalu hadir diantara mereka. Tak pernah absen sedikitpun. Aku tegar. Meksipun mereka, atau kalian, tak pernah menganggapku ada. Padahal, akulah sang penyejuk hari mu yang panas. Akulah yang sering engkau cari ketika peluh keringat atau rasa panas mendadak menghantui tubuhmu yang nyaman. Hebat. Karena sedikitpun kalian tak pernah menyadari kehadiranku di saat kalian merasa tak membutuhkanku.
Tak pernah lelah. Sedikitpun. Aku selalu berusaha menemani harimu. Tanpa mengharap penghargaan atau sekedar ucapan terima kasih yang dahsyat. Tenanglah. Kalian akan tetap bertemu denganku sepanjang waktu. Sekalipun tidak pernah mengakuinya.
Lucunya, kala diriku menampakkan wujud di hadapan kalian, justru rasa takut yang aku terima. Hei, aku hanya menunjukkan diriku yang lain. Kenapa harus takut. Apakah karena aku tanpa sengaja memporak-porandakan hunianmu. Atau karena barang kesayanganmu yang aku sentuh sedikit namun berakibat fatal. Kenapa harus takut. Aku hanya hadir dengan wujud yang berbeda, dan tak pernah sedikitpun terlintas dalam pikiran untuk menganggumu. Aku masih sama.
Entahlah. Kalian, para manusia memang makhluk yang susah ditebak. Banyak hal baik yang ada di sekitar kalian, seperti aku, tapi sering kali kalian tak menghargainya. Tak bersyukur dengan kehidupan yang baik. Tapi, kala terkena musibah, mengalami hal buruk, kalian selalu menyalahkan orang lain. Jarang sekali berkaca dan mengatakan bahwa kalian yang salah. Padahal, segala hal buruk tak selamanya buruk. Selalu ada kebaikan dalam kesedihan yang dialami. Seperti diriku yang lain, meskipun menakutkan, aku yakin ada kebaikan tersembunyi yang menyertainya. Kalian hanya perlu menerima dengan ikhlas dan tidak berusaha menyalahkan yang lain, menyalahkanku misalnya.
Ya, namaku angin. Kau bisa menyebutku demikian. Meskipun aku punya nama-nama yang berbeda tergantung wujudku di hadapanmu. Hargailah aku, dan Tuhan akan menuntunku menghembuskan kebaikan tak terhingga padamu.
Aku. Selayaknya selalu hadir diantara mereka. Tak pernah absen sedikitpun. Aku tegar. Meksipun mereka, atau kalian, tak pernah menganggapku ada. Padahal, akulah sang penyejuk hari mu yang panas. Akulah yang sering engkau cari ketika peluh keringat atau rasa panas mendadak menghantui tubuhmu yang nyaman. Hebat. Karena sedikitpun kalian tak pernah menyadari kehadiranku di saat kalian merasa tak membutuhkanku.
Tak pernah lelah. Sedikitpun. Aku selalu berusaha menemani harimu. Tanpa mengharap penghargaan atau sekedar ucapan terima kasih yang dahsyat. Tenanglah. Kalian akan tetap bertemu denganku sepanjang waktu. Sekalipun tidak pernah mengakuinya.
Lucunya, kala diriku menampakkan wujud di hadapan kalian, justru rasa takut yang aku terima. Hei, aku hanya menunjukkan diriku yang lain. Kenapa harus takut. Apakah karena aku tanpa sengaja memporak-porandakan hunianmu. Atau karena barang kesayanganmu yang aku sentuh sedikit namun berakibat fatal. Kenapa harus takut. Aku hanya hadir dengan wujud yang berbeda, dan tak pernah sedikitpun terlintas dalam pikiran untuk menganggumu. Aku masih sama.
Entahlah. Kalian, para manusia memang makhluk yang susah ditebak. Banyak hal baik yang ada di sekitar kalian, seperti aku, tapi sering kali kalian tak menghargainya. Tak bersyukur dengan kehidupan yang baik. Tapi, kala terkena musibah, mengalami hal buruk, kalian selalu menyalahkan orang lain. Jarang sekali berkaca dan mengatakan bahwa kalian yang salah. Padahal, segala hal buruk tak selamanya buruk. Selalu ada kebaikan dalam kesedihan yang dialami. Seperti diriku yang lain, meskipun menakutkan, aku yakin ada kebaikan tersembunyi yang menyertainya. Kalian hanya perlu menerima dengan ikhlas dan tidak berusaha menyalahkan yang lain, menyalahkanku misalnya.
Ya, namaku angin. Kau bisa menyebutku demikian. Meskipun aku punya nama-nama yang berbeda tergantung wujudku di hadapanmu. Hargailah aku, dan Tuhan akan menuntunku menghembuskan kebaikan tak terhingga padamu.

Komentar
Posting Komentar