Kita Maka Satu (2)


Kamu. Yang entah mengapa membuatku berpikir berkali-kali untuk berpaling. Bahkan saat perbedaan kokoh berdiri di antara kita. Kamu. Yang dengan tak berperasaan terkadang mengirim bunga, kemudian menariknya kembali saat bunga tersebut telah kugenggam erat. Iya, kamu. Sosok yang terkadang hadir dalam mimpi dan meresahkanku. Sosok yang telah bersamaku melewati drama-drama menyakitkan. Hingga pada akhirnya aku berhak memanggilmu, suamiku.


Semenjak panggilanku padamu berubah, saat itu pula roda kehidupanku berubah. Banyak hal yang masih berlika-liku dan tak tentu arahnya, yang kini tengah aku lewati bersamamu. Tapi seiring berjalannya waktu, aku telah kokoh menggenggam tanganmu, dan kamu tetap kokoh menarikku maju. Kita tahu di depan sana ada banyak roda yang aka berputar, banyak jalan berbatu yang menanti, dan pada titik akhir ada pintu kebahagiaan yang kita rindukan.
Aku percaya. Kamu adalah sosok yang akan berdiri di depanku, sepanjang hidupku. Aku percaya, kamu akan tetap menggenggamku tanpa menyakitiku. Tetap memandangku, tanpa memandang keindahan yang lain. Aku percaya, kamu adalah pemimpin dan penunjuk arah yang akan membimbingku ke pintu kebahagiaan. Aku, mungkin tak mampu memberi seisi dunia padamu. Tapi melalui tulisan ini, aku ingin engkau tahu, bagaimana perasaanku padamu akan tetap sama, seperti tulisan ini yang akan tetap terkenang.

#30DWC
#30DWCJilid16
#Day11
#Squad9

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gel Wash Hydra Oriflame Favoritku

Bromance ala The Tale of Gumiho

Perjalanan Skincare-ku