Kerasnya Hidup di Penthouse

Pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan poster yang ada pada postingan di atas. 'The Penthouse: War in Life', drama yang saat ini tayang di salah satu televisi nasional (pecinta sinetron mungkin tahu), dimana drama ini berhasil mencuri hati para penonton di Korea. Apa sich yang membuat drama satu ini seterkenal itu hingga televisi nasional bersedia menayangkannya, padahal di Korea sendiri belum genap sebulan drama ini tamat. Bahkan yang terbaru, pertengahan Februari mendatang drama The Penthouse akan menayangkan Season 2 yang sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat Korea. Hmm, amazing juga ini drama.

Awalnya aku sama sekali tidak tertarik dengan drama ini, karena seperti yang kalian lihat di poster, drama ini tidak dimainkan oleh bintang hallyu sekelas Lee Min Ho ataupun Bae Suzy. Nah, suatu hari aku tidak sengaja melihat spoiler drama the Penthouse episode 5, dan boommm, aku jadi langsung tertarik. Waaah, ini benar-benar di luar dugaan, mengingat genre drakor yang satu ini tidak pernah menarik di mataku.

Jadi drama the Penthouse: War in Life, seperti judulnya, menceritakan persaingan para sosialita papan atas yang tinggal di apartemen mewah bernama Hera Palace. Penthouse sendiri merupakan apartemen paling mewah di Hera Palace yang ditinggali oleh Joo Dan Tae dan istrinya Shim Su Ryeon beserta kedua anak kembar mereka. Di Hera Palace juga tinggal Cheon Seo Jin, guru vokal ternama yang memiliki konflik keluarga bersama suami dan anaknya. Serta yang tidak kalah penting adalah tokoh Oh Yoon Hee, single parent dari keluarga kurang mampu yang berusaha keras menyelekolahkan anaknya di sekolah seni Cheong Ah, bersama anak-anak para penghuni Hera Palace. Serius, kalau aku harus menceritakan detail cerita awalnya, mungkin 1000 kata sekalipun tidak akan menuntaskan cerita itu.

Drama satu ini menurutku penuh akan pesan moral dalam kehidupan bersosial masyarakat pada umumnya. Ada banyak kisah di drama ini yang mungkin benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata kita, tapi kita tidak pernah menyadarinya karena berpikir bahwa hidup memang keras, dan memang harus seperti itu kenyataannya. Salah satu kisah yang mencolok adalah perundungan yang di alami anak Oh Yoon Hee, Bae Ro Na, saat pertama kali masuk ke sekolah seni Cheong Ah. Karena berasal dari keluarga miskin, dia dirundung habis-habisan oleh temannya yang tak lain adalah anak dari penghuni Hera Palace. Begitulah kehidupan masyarakat kita saat ini. Yang kuat, kaya, pasti merasa berkuasa dan selalu merendahkan mereka yang ada di bawah. Lucunya, mereka menganggap itu semua wajar dan berpikir mereka tidak salah. Hmmm…

Belum lagi kisah perselingkuhan Joo Dan Tae dan Cheon Seo Jin yang selalu menguras emosi, bener-bener gak ada akhlak mereka pas selingkuh. Kalau emak-emak nonton ini pasti sudah pada emosi, boikot Joo Dan Tae dan Cheon Seo Jin. Tapi… meskipun menguras banyak emosi, masih ada tokoh Shim Su Ryeon yang bak ibu peri di drama ini. Sudah tahu diselingkuhi tapi masih bersikap anggun, sudah tahu anaknya dibunuh oleh sahabatnya sendiri tapi masih bisa memaafkan. Ibu peri banget kan.

Yahh, masih banyak kerasnya hidup yang digambarkan di drama ini, dimana menurutku itu sangat kompleks dan nyata. Memang seperti itulah kerasnya hidup, apalagi di jaman sekarang. Butuh hati sekuat Shim Su Ryeom untuk tetap tersenyum di tengah kerasnya hidup. Butuh tekad sebulat Oh Yoon Hee untuk mencapai apa yang telah kita impikan. Tapi ingatlah, sekeras apapun hidup yang dijalani, akan selalu ada hasil dari apa yang kita tanam, baik ataupun buruk. Dan ingatlah juga, akan selalu ada orang-orang baik di sekitar kita seburuk apapun keadaan hidup. Tapi jika kamu tidak menemukannya, jadilah salah satu dari orang baik itu.

#30DWC
#30DWCJilid28
#day4

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gel Wash Hydra Oriflame Favoritku

Bromance ala The Tale of Gumiho

Perjalanan Skincare-ku