“Tipe Idaman: Fleksibel All the Way”

#Day1. Saya percaya, bahkan sangat percaya, bahwa Allah sangat menyayangi hamba-Nya yang lemah, seperti saya. Bagaimana tidak, beberapa hari lalu saat hati ini sedang gundah, terpuruk, sakit (disingkat stres), Allah menunjukkan kasih sayangnya dengan memberi banyak orderan gambar sehingga saya menjadi semangat kembali melalui kegiatan menggambar itu. Hari ini, ketika jemari tangan sedang gatal dan ingin menulis tapi tak tahu harus menulis apa, Allah menunjukkan kasih sayang-Nya lagi melalui ajang 10 Days Writing Challenge yang membantu penulis pemula seperti saya untuk belajar menulis.


Sederhana saja, hanya menulis selama 10 hari berturut-turut dengan tema yang sudah ditentukan. Asyikkan, saya tidak harus pusing memikirkan mau menulis apa. Alhamdulillah! Dan tema yang akan ditulis semuanya adalah tentang diri sendiri. Wah, cocok nie dengan salah satu buku yang saya baca mengenai kepenulisan. Bahwasanya, salah satu cara untuk memulai terapi menulis adalah menulis tentang diri sendiri dengan menjawab beberapa pertanyaan. Entah kebetulan atau yang empunya ajang juga mengambil ilmu dari buku yang sama, yang jelas momennya sangat tepat sekali. So, langsung saja saya ambil laptop, tekan ini tekan itu, dan akhirnya perjuangan ini pun dimulai.


Hari pertama, tema yang diangkat adalah tipe kekasih yang didambakan. Emm.. Langsung mengerutkan dahi saat mulai membaca tema ini. Tipe kekasih? Saya tidak ingin punya kekasih sekarang, Allah tidak suka. Didambakan? Kalau bicara tentang seseorang yang didambakan, saya jadi teringat ngopi (ngobrol pintar) yang beberapa bulan lalu saya lakukan bersama teman-teman satu kos-an mengenai pertanyaan serupa. Saat pertanyaan itu dilontarkan ke saya, jawaban saya cuma satu, ingin punya pendamping hidup yang fleksibel. Cukup.


Meskipun singkat, arti fleksibel yang saya sampaikan itu luas maknanya lho. Fleksibel yang bagaimana? Yang jelas, saya ingin menyempurnakan agama saya dengan orang yang mau bersama-sama untuk selalu belajar dan memperbaiki diri. Fleksibel, tanpa harus menjadi keras kepala atau keras hati ketika menerima nasihat atau kritikan. Fleksibel, mempertimbangkan banyak hal ketika harus memutuskan sesuatu, tidak harus berpaku pada aturan, sehingga keputusan yang diambil adalah keputusan yang terbaik. Secara, saya adalah tipe orang yang sangat tidak bisa jika harus mengambil keputusan, tentunya saya harus mencari pendamping yang bisa melengkapi dong. Bener? Anggap saja benar. Fleksibel yang lain? Tergantung situasi yang dihadapi. Hehe. The Power of Fleksibel.


Bukan berarti saya mendambakan orang yang sempurna lho. Karena buat saya yang terpenting adalah proses. Misalnya, kalau sekarang belum bisa mengerjakan A, atau salah mengerjakan B, tak masalah. Masih ada hari esok, yang penting sudah belajar dari kesalahan itu. Ke depannya, kesalahan tersebut bisa jadi salah satu pengalaman yang berharga untuk menjalani hidup.


Masalah fisik, harta, keturunan, buat saya itu fleksibel (lagi-lagi fleksibel kan). Saya percaya, jika orang yang selalu belajar menjadi lebih baik akan dipermudah oleh Allah dalam segala hal. Fisiknya yang kurang, pasti akan dilengkapi oleh Allah. Hartanya yang sempit dan terbatas, akan diperluas oleh Allah seiring perjuangan untuk mendekatkan diri pada-Nya. Dan dari keturunan mana ia berasal, Allah akan selalu meninggikan derajat keluarganya jika ia juga selalu mendoakan keluarganya. Karena setiap doa akan selalu dan pasti Allah kabulkan, dengan cara yang Allah sudah tentukan.


Yah, begitulah pendamping hidup idaman yang saya inginkan. Tidak muluk-muluk sich, tapi sampai sekarang sepertinya si orang tersebut belum muncul batang hidungnya. Tak masalah, karena sekali lagi saya yakin, Allah akan mempertemukannya di tempat dan waktu yang tepat. Kalau tidak sekarang mungkin tahun depan, tahun depannya lagi, atau kapan pun.




NB: merasa kewalahan meskipun baru menulis satu hari dan singkatnya minta ampun. Ditambah lagi tulisan yang jadi mirip curcol dibandingkan tulisan yang bermutu. Tapi itu yang saya suka dari menulis. Selembar kertas tidak akan memarahi kita apapun yang kita tulis, meskipun itu tidak nyambung sama sekali. Hahaha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gel Wash Hydra Oriflame Favoritku

Bromance ala The Tale of Gumiho

Perjalanan Skincare-ku